Akhirnya ada babak baru dalam hidup saya yang indah ini.
Saya mau memulai bisnis…. yang ga jauh2 dari profesionk yang semula as a musician
Gara2nya, waktu main2 k kantor Green Management (menejemennya DRIVE), trus iseng2 baca majalah Watu Glundhung atau versi jawanya Rolling Stones..
di salah satu artikelnya ada wawancara dengan Irvan SAMSONS, ada kata2nya yang saya amini bener2. Pada intinya, di SAMSONS dia menegaskan pentingnya tiap2 personel memiliki bisnis (penghasilan materi) di luar SAMSONS, sehingga pada saat berkumpul di studio atau jadwal manggung mereka akan berkumpul sebagai pure musician - bukan pekerja musik. Hal ini akan menjaga keseimbangan "sens of music" di dalam SAMSONS.Irvan sendiri adalah CEO dari perusahaan exportir kayu manis yang didirikannya sendiri. Kayu manisnya diekspor ke beberapa negara salah satunya Afrika Selatan.
"Sebagai musisi, adalah penting untuk memiliki bisnis di luar bermain musik yang menghasilkan materi. Hal ini akan menjaga "sense of music" agar berada dalam posisi yang produktif, dan selalu menempatkan "sense of life" dalam posisi yang sewajarnya dan normal"
Banyak sekali musisi Indonesia yang memiliki bisnis di luar musik. Diantaranya malah seorang pengusaha sukses dan musisi yang idealis. Sebut saja Setiawan Djodi, Peter F. Gontha, jelly Tobing. Almarhum Benyamin S. pun adalah seniman yang berbisnis, Ben’s Radio adalah salah satu miliknya.
So,
saya sekarang sedang membangun toko dayik, yang berupa usaha online music store dan menyediakan barang kebutuhan para gitaris dan bassis. Mulai dari gitar, bass, pickup, senar, pick, efek, dan macem2…
mohon doanya semoga bisnis ini lancar, dan band saya cepet2 meluncurkan album…
Chayooooo, Banzaiiiii, Ganbate…..

