Perkenalan Dayik dengan band ini diawali saat video klip single pertama mereka "The Adventure" diputar di salah satu TV lokal di kota megapolitan tercinta Malang.
Kesan pertama yang didapat adalah "Wow!!!", sangat fresh, "nendang" banget.
Akhirnya Dayik browse di internet tentang mereka,

(http://www.starstore.com/acatalog/ )
Angel and Airwaves (AVA), grup ini beranggotakan 4 orang cowok, yaitu vokalis/gitaris sekaligus pendiri band ini Tom DeLonge - ex vokalis band punkrock Blink 182, gitaris David Kennedy, Atom Willard - ex The Offspring, serta bassis Matt Watcher - ex 30 Second to Mars yang menggantikan Ryan Sinn pada Mei 2007.
Single pertama AVA "The Adventure" diambil dari album pertama, "We Don’t Need to Whisper" yang dirilis pada 23 Mei 2006. Nih foto cover albumnya :

(http:/www.eminkz.blogspot.com/)
Aliran AVA jelas rock!!! Tapi rock yang fresh, dengan balutan sound synthesizer modern, sequensing yang gila2an, sound gitar overdrive yang kering - jadi ga terlalu metal2 banget, ditambah vokal Tom yang agak2 cempreng tapi sengau, musik AVA jadi semacam genre rock baru. Rock Synthesize mungkin.
Mendengarkan album pertama mereka, Dayik merasa dibawa ke suasana baru. Jika band2 lain berusaha menampilkan suasana live studio atau live hall di albumnya, AVA justru menciptakan suasana luar angkasa, terlihat reverb dan ambience rekamannya yang mungkin memang bertujuan menggiring pendengarnya ke suasana space. Intro lagu pembuka album ini, Valkyrie Missile seperti mengangkat kita dari tempat duduk dan terbang menuju angkasa. It’s an Angel & Airwaves’s sound, Dude!!!
Ada beberapa part dalam album ini yang mengingatkan Dayik dengan musik U2 di tahun-tahun awal. Permainan gitar dengan efek delay yang bertumpuk-tumpuk - efek seperti ini tidak ada matinya buat Dayik, tarikan2 panjang dan teriakan yang "tertahan" dari vokal Tom mungkin juga terinspirasi dari vokalis U2, Bono. Dan ternyata, hal itu terus mereka bawa di album kedua mereka.
Album kedua mereka yang bertajuk I-Empire semakin menunjukkan kematangan musik mereka. Masih tetap dengan kemodernan sound, mereka menambahinya dengan tampilan2 sound klasik seperti piano - dengarkan track Love Like Rocket. Single andalan mereka Everything’s Magic menurut Dayik agak2 80an dengan handclap yang saat itu benar2 populer sampai menggantikan fungsi snare drum. Disini lagi2 AVA menunjukkan suasana spacecraft yang seru dan megah.
Nih cover album kedua mereka :
(http://ericltkong.files.wordpress.com/)
Maka tidak salah klo saya nge-fans mereka. Kalo saya berada di Amrik mungkin saya sudah menjadi anggota Army of Angels - fans club AVA.
AVA akan masuk studio untuk merekam alum ketiganya pada Januari 2009, Tom mengatakan akan bahwa AVA akan mengerjakan dua album secara bersamaan. Satu bernuansa punk-rock, dan satunya dengan musik khas AVA. Hmmm kayaknya bakal menarik nihh….
Oke kita tungggu saja kelanjutan kisah mereka…
(sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Angels_and_airwaves)


nice first review…
btw… jangan lupa cantumin dikau ngambil gambar darimana
Comment by alit — December 4, 2008 @ 6:23 pm
Gak salah deh.. Dayik memang mantaps kalo bicara musik
Comment by BayuBayu — December 5, 2008 @ 8:00 am
Dayik mantaps bicara musik
Comment by Sani — December 15, 2008 @ 6:51 pm